Jumat, 22 November 2013

Surat dari Ayah dan Ibu

Anakku...
Ketika aku sudah menjadi tua,aku berharap kamu mau mengerti,dan memiliki kesabaran untukku.saat aku memecahkan piring,atau menumpahkan sup di meja karena penglihatanku yg sudah berkurang,aku berharap kamu tidak membentakku.orang yg sudah tua lebih sensitif,selalu menyalahkan diri sendiri saat kamu membentaknya.ketika pendengaranku memburuk,dan aku tidak dapat mendengar apa yang kamu katakan,kuharap kamu tidak menyebutku tuli.tolong ulangi lagi apa yg kamu katakan,atau kamu bisa menuliskannya di kertas.aku minta maaf, anakku....aku sudah semakin tua,ketika lututku sudah mulai lemah,aku berharap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku berdiri.seperti bagaimana aku biasa membantumu berdiri saat kamu masih kecil,belajar bagaimana caranya berjalan.tolong bertahanlah denganku,ketika aku terus mengulangi perkataanku seperti sebuah rekaman rusak,kuharap kamu akan tetap mau mendengarkanku.tolong jangan mengejek diriku,atau bosan mendengarkanku.ingatkah kamu saat kamu masih kecil dan kamu menginginkan sebuah balon?kamu terus merengek rengek sampai kamu mendapatkan yg kamu inginkan,juga tolong maafkan dengan bauku,aku tercium bau seperti orang tua.tolong jangan paksa aku untuk mandi,tubuhku sudah lemah.orang tua mudah sekali sakit saat kedinginan.ingatkah kamu saat kamu masih kecil?aku biasa mengejar2mu karena kamu tidak mau mandi.aku berharap kamu tetap sabar padaku,ketika aku selalu mengambek,itu semua adalah bagian dari proses menjadi tua.kamu akan mengerti saat kamu tua nanti.dan jika kamu memiliki waktu luang,kuharap kita bisa mengobrol2,walaupun hanya beberapa menit saja.aku selalu melakukan semuanya sendiri seumur hidupku,dan tidak memiliki seorangpun untuk kuajak bicara.aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaanmu,bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku,tolong sediakanlah sedikit waktu untukku.ingatkah kamu saat kamu masih kecil?aku biasa mendengarkan ceritamu tentang mainanmu.ketika waktunya nanti telah tiba,waktu saat aku sakit dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.kuharap kamu mau bersabar untuk merawatku.AKU MINTA MAAF jika aku tiba2 membuat ranjang basah atau membuat kekacauan,aku harap kamu tetap sabar merawatku hingga saat2 terakhir hidupku.lagipula, aku tidak akan bisa hidup lebih lama lagi.ketika saat kematianku nanti tiba,kuharap kamu memegang erat tanganku,memberikanku kekuatan saat menjelang ajalku.dan jangan khawatir......saat akhirnya aku bertemu dengan sang pencipta,aku akan berbisik di telingaNYA,agar DIA memberkatimu,karena kamu mencintai IBUmu dan AYAHmu.terimakasih banyak atas perhatianmu,Kami mencintaimu.

Dengan penuh cinta,Ayah dan Ibu

(by : Daniel Herianto Purba)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar